BLOG ORANG GANTENG

Minggu, 21 Maret 2010

TUJUAN DAN ISI STRUKTUR KURIKULUM

TUJUAN DAN ISI
STRUKTUR KURIKULUM
.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latarbelakang
Makna tujuan umum pendidikan pada hakikatnya membentuk menusia indonesia yang bisa mandiri dalam konteks kehidupan pribadinya, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta berkehidupan sebagai mahluk yang berketuhanan Yang Maha Esa (beragama). Itulah sebabnya manusia indonesia yang diharapkan dan harus diupayakan melalui pendidikan adalah manusia yang bermoral, berilmu, berkepribadian dan beramal bagi kepentingan manusia, masyarakat, bangsa dan negara.
Berdasarkan hakikat dari tujuan di atas diturunkan atau dijabarkan sejumlah tujuan kurikulum mulai dari tujuan kelembagaan pendidikan, tujuan setiap mata pelajaran atau bidang studi sampai kepada tujuan-tujuan pengajaran.

B. Tujuan
Penulisan ini bertujuan untuk memahami tujuan yang terdap[at dalam pembelajaran serta memahami apa saja isi dan struktur dalam kurikulum pembelajaran.

C. Ruanglingkup
1. Tujuan kurikulum
2. Isi dan struktur kurikulum

BAB II
TUJUAN DAN ISI
STRUKTUR KURIKULUM
.
1. Tujuan Kurikulum
Tujuan kurikulum pada hakikatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan kepada anak didik. Mengingat kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka tujuan kurikulum harus dijabarkan dari tujuan umum pendidikan. Dalam sistem pendidikan nasional, tujuan umum pendidikan dijabarkan dari falsafah bangsa, yakni Pancasila. Pendidikan nasional berdasarkan pancasila bertujuan meningkatkan kualitas manusia indonesia, yakni manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.
Makna tujuan umum pendidikan di atas pada hakikatnya membentuk menusia indonesia yang bisa mandiri dalam konteks kehidupan pribadinya, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta berkehidupan sebagai mahluk yang berketuhanan Yang Maha Esa (beragama). Itulah sebabnya manusia indonesia yang diharapkan dan harus diupayakan melalui pendidikan adalah manusia yang bermoral, berilmu, berkepribadian dan beramal bagi kepentingan manusia, masyarakat, bangsa dan negara.
Berdasarkan hakikat dari tujuan di atas diturunkan atau dijabarkan sejumlah tujuan kurikulum mulai dari tujuan kelembagaan pendidikan, tujuan setiap mata pelajaran atau bidang studi sampai kepada tujuan-tujuan pengajaran. Rumusan tujuan kurikulum tersebut harus terlebih dahulu ditetapkan sebelum menyusun dan menentukan isi kurikulum, strategi pelaksanaan kurikulum dan penilaian/evaluasi kurikulum. Hal ini dilakukan mengingat
(a) tujuan berfungsi menentukan arah dan corak kegiatan pendidikan
(b) tujuan akan menjadi indikator dari keberhasilan pelaksanaan pendidikan
(c) tujuan menjadi pegangan dalam setiap usaha dan tindakan dari para pelaksana pendidikan.
Perhatikan contoh tujuan di bawah ini :

TUJUAN SMP (TUJUAN INSTITUSIONAL)

Pendidikan siwa agar :
1. menjadi warga negara yang baik, sebagai manusia yang utuh, sehat, kuat lahir batin.
2. menguasai hasil – hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari tingkat pendidikan sebelumnya
3. memiliki bekal untuk dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dan terjun ke masyarakat.


TUJUAN IPA DI SMP (KURIKULER)

1. Para siswa mengerti dan memahami konsep-konsep dasar IPA yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
2. Para siswa dapat memiliki pengetahuan IPA sebagai bekal untuk melanjutkan studi dan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi.
3. Para siswa terampil menggunakan metode ilmiah untuk memahami gejala-gejala alam berdasarkan sifat – sifat dan hubungan hukum-hukumnya.
4. Para siswa dapat memimilik sifat ilmiah
5. Para siswa dapat bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungannya
6. Para siswa mencintai alam dan mengagungkan Penciptanya.


TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM IPA
(Penjabaran dari tujuan kurikuler nomor satu)

1. Para siswa dapat memahami konsep tentang besaran pokok dan satuan dalam ilmu alam.
2. Para siswa memahami konsep zata dan energi serta perubahan-perubahan dan sifat – sifat zat.
3. Para siswa memahami konsep gerak dan konsep gaya
4. Para siswa dapat memahami konsep larutan dan sifat-sifat larutan
5. Para siswa memahami konsep suhu dan cara-cara pengukuruan suhu dan seterusnya.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
( Penjabaran dari TIU nomor satu)

1. Para siswa dapat menyebutkan satuan panjang, satuan luas, dan satuan isi.
2. Para siswa dapat menyebutkan satuan waktu dan satuan massa
3. Para siswa dapat membedakan satuan waktu dengan satuan massa
4. Para siswa dapat memberi contoh satuan panjang, luas, isi , waktu, massa masing-masing dua buah
5. dan seterusnya.


2. Isi dan Struktur Kurikulum
Isi kurikulum berkenaan dengan pengetahuan ilmiah dan pengalaman belajar yang harus diberikan kepada siswa untuk dapat mencapai tujuan pendidikan. Dalam menentukan isi kurikulum baik yang berkenaan dengan pengetahuan ilmiah maupun pengalaman belajar disesuaikan dengan tingkat dan jenjang pendidikan, perkembangan yang terjadi dalam masyarakat menyangkut tuntutan dan kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sudah barang tentu tidak lepas dari kondisi anak didik dalam pengertian pertumbuhan dan perkembangannya pada setiap jenjang dan tingkat pendidikana. Pengetahuan ilmiah pada hakikatnya adalah kebudayaan manusia, yakni hasil cipta-karya dan karsa manusia yang telah diterima secara universal.
Ada tiga pengetahuan dasar manusia, Pertama Pengetahuan benar-salah (logika), yakni pengetahuan yang berkenaan dengan ilmu yang telah diterima secara universal dan teruji kebenarannya melalui penelitian keilmuan. Kedua, pengetahuan baik-buruk atau etika, yakni pengetahuan yang berkenaan dengan nilai-nilai moral dan nilai sosial yang juga telah diterima di masyarakat sebagai acuan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ketiga, pengetahuan yang berkenaan dengan indah jelek, yakni berkenaan dengan nilai-nilai seni. Sebagai akibat kebudayaan manusia, ketiga pengetahuan tersebut berkembang demikian pesat sehingga melahirkan beberapa cabang pengetahuan di muka bumi ini.
Ada beberapa alasan mengapa perlu dilakukan pilihan dalam menetapkan isi kurikulum. Alasan – alasan tersebut adalah :
- tugas dan tanggung jawab sekolah dalam mencerdaskan anak didik sangat terbatas, baik dari segi waktu maupun sumber-sumber yang tersedia. Tugas pokok sekolah hanya sebagian saja dari upaya mendewasakan anak atau pendidikan anak yang secara hakiki berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan di sekolah merupakan tahap lanjut dari pendidikan dalam keluarga, dan sebagai landasan bagi pendidikan di masyarakat. Oleh sebab itu keterbatasan ini menuntut pentingnya seleksi isi kurikulum sebagai program pendidikan.

a. Kriteria Memilih Isi Kurikulum
Ada beberapa kriteria yang dapat membantu para perancang kurikulum dalam menentukan isi kurikulum. Kriteria tersebut antara lain :
- Isi Kurikulum harus sesuai, tepat dan bermakna bagi perkembangan siswa. Artinya, sejalan dengan tahap perkembangan anak.
- Isi kurikulum harus mencerminkan kenyataan sosial, artinya sesuai dengan tuntutan hidup nyata dalam masyarakat.
- Isi kurikulum dapat mencapai tujuan yang komprehensif, artinya mengandung aspek intelektual, moral, sosial secara seimbang
- Isi kurikulum harus mengandung pengetahuan ilmiah yang tahan uji, artinya tidak cepat lapuk hanya karena perubahan tuntutan hidup sehari-hari.
- Isi kurikulum mengandung bahan pelajaran yang jelas, teori, prinsip, konsep yang terdapat di dalamnya bukan hanyaa sekadar informasi faktual.
- Isi kurikulum harus dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Isi kurikulum disusun dalam bentuk program pendidikan yang nantinya dijabarkan dan dilaksanakan melalui proses pengajaran/pengalaman belajar anak didik. Sesuai dengan makan yang terkandung dalam pengertian kurikulum maka isi kurikulum bukan hanya pengetahuan ilmiah yang terorganisasikan dalam bentuk mata pelajaran/bidang studi saja tetapi juga kegiatan dan pengalaman yang diberikan kepada akan didik/siswa sebagai bagian yang integral dari proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Tujuan kurikulum pada hakikatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan kepada anak didik. Mengingat kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka tujuan kurikulum harus dijabarkan dari tujuan umum pendidikan. Dalam sistem pendidikan nasional, tujuan umum pendidikan dijabarkan dari falsafah bangsa, yakni Pancasila. Pendidikan nasional berdasarkan pancasila bertujuan meningkatkan kualitas manusia indonesia, yakni manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.
Isi kurikulum berkenaan dengan pengetahuan ilmiah dan pengalaman belajar yang harus diberikan kepada siswa untuk dapat mencapai tujuan pendidikan. Dalam menentukan isi kurikulum baik yang berkenaan dengan pengetahuan ilmiah maupun pengalaman belajar disesuaikan dengan tingkat dan jenjang pendidikan, perkembangan yang terjadi dalam masyarakat menyangkut tuntutan dan kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sudah barang tentu tidak lepas dari kondisi anak didik dalam pengertian pertumbuhan dan perkembangannya pada setiap jenjang dan tingkat pendidikana. Pengetahuan ilmiah pada hakikatnya adalah kebudayaan manusia, yakni hasil cipta-karya dan karsa manusia yang telah diterima secara universal.

DAFTAR PUSTAKA
Nana Sudjana.2002. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum Disekolah. Bandung: Sinar Baru Algesindo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar